Sabtu, 22 November 2014

Tugas 2 : Pantun



Oleh : Dinda Fitri R.
·        Langit senja menatap kilau
Burung terbang hingga ke awan
Janganlah kita berhati galau
Hendaklah terus menatap masa depan

·        Daun kering disepanjang jalan
Berhamburan dibawa angin pagi
Janganlah engkau menjadi pengangguran
Agar hidupmu tercukupi

·        Anak soleh tampang rupawan
Pergi ke masjid untuk mengaji
Agar kita punya banyak teman
Hendaklah kita berendah hati

·        Pergi ke surabaya hari jumat
Bersama ayah dan juga mama
Jangan pernah tinggalkan solat
Karena solat ialah tiang agama

·        Pohon beringin ditumbuhi benalu
Banyak tumbuh di dalam hutan
Jika kemarin adalah masa lalu
Maka sekarang dan seterusnya adalah masa depan

Sabtu, 08 November 2014

Pantun

Pengertian Pantun
Pantun adalah puisi melayu asli yang sudah mengakar lama di budaya masyarakat. Pantun salah satu jenis karya sastra yang lama. Lazimnya puisi hanya terdiri atas 4 lari (baris) bersajak ab-ab atau aa-aa. Pada awal mulanya pantun merupakan sastra lisan, tapi kini pantun juga ada dalam bentuk tulisan. Keseluruhan bentuk pantun hanyalah berupa sampiran dan isi. Sampiran terletak pada baris pertama dan kedua dan biasanya tidak berhubungan secara langsung dengan bagian kedua. Baris ketiga dan keempat ialah bagian isi yang merupakan tujuan dari puisi tersebut.
Ciri - ciri pantun
  • Memiliki rima a-a-a-a, a-b-a-b, a-a-b-b, a-b-b-a
  • Terdiri 4 baris dalam 1 bait
  • Baris pertama & kedua merupakan sampiran
  • Baris ketiga & keempat merupakan isi
  • 1 baris terdiri dari 8-12 suku kata

Peran pantun
·         Sebagai alat pemelihara bahasa, pantun berperan sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berfikir. Pantun melatih seseorang berfikir tentang makna kata sebelum berujar. Ia juga melatih orang berfikir asosiatif, bahwa suatu kata bisa memiliki kaitan dengan kata yang lain.
·         Secara sosial pantun memiliki fungsi pergaulan yang kuat, bahkan hingga sekarang. Di kalangan pemuda sekarang, kemampuan berpantun biasanya dihargai. Pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berpikir dan bermain-main dengan kata.
·         Namun, secara umum peran sosial pantun adalah sebagai alat penguat penyampaian pesan.

Kamis, 06 November 2014

Ilmu Tentang Hukum yang Terkandung Dalam Al-Qur’an


Macam-macam hukum yang terkandung di dalam Al-Qur’an, terdapat tiga macam:

    1.  أحكام اعتقادية, atau hokum-hukum aqidah, berkait erat dedngan masalah-masalah yang harus dipercaya oleh setiapmukallaf, tentang Allah, malaikat, kitab-kitab, para Rasul dan hari pembalasan.
    2.  أحكام خلقية, atau hokum-hukum akhlak, berkait erat dengan masalah-masalah yang harus dipakai sebagai hiasan hidup bagi setiap mukallaf, yakni berupa keutamaan-keutamaan dan menghindarkan diri dari kehinaan.
    3.  أحكام عملية, atau hokum-hukum amal, berkait erat dengan seluruh tindakan atau perbuatan mukallaf, baik ucapan, perbuatan, perjanjian (akad), masalah belanja.


Jenis ketiga inilah yang disebut sebagai فقه القرآن, dan yang dimaksud dengan Ilmu Ushul Fiqh yang bisa mengantarkan kepada fiqh.


Hukum-hukum عملية berdasarkan Al-Qur’an dibagi menjadi dua bagian:
1)      أحكام العبادات (hukum-hukum ibadah), seperti shalat, puasa, zakat, haji, nadzar, sumpah dan ibadah-ibadah lain yang menyangkut hubungan manusia dengan tuhan.
2)      أحكام المعملات (hokum-hukum muamalah), seperti akad, masalah belanja, hukuman, jinayat dan lain-lain selain ibadah, atau dapat diringkas, hokum muamalah ini mengatur hubungan manusia dengan manusia, baik secara perorangan, kelompok, bangsa atau jama’ah.